Nah, berhubung pada blogspot resmi ini tidak hanya produk herbal atau informasi tentang pengobatan penyakit saja yang dapat kami sampaikan, kutipan sederhana seperti artikel kesehatan ini juga dapat kami sampaikan meskipun singkat namun insyaalloh mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Simak terus sampai tuntas ulasan berikut!
Beberapa kandungan nutrisi yang dapat diperoleh dari manfaat beras hitam, antara lain (Dikutip dari AloDokter.com) :
-Antioksidan antisianin
Saat sudah dimasak, beras hitam akan tampak berubah warna menjadi ungu tua. Hal itu disebabkan oleh kandungan dari antioksidan antosianin yang tinggi pada beras hitam. Kandungan antioksidan tersebut paling banyak terdapat pada kulit luarnya.
Menurut seorang ahli, antioksidan antosianin kemungkinan bermanfaat membantu melawan penyakit jantung, kanker, dan gangguan kesehatan lain. Satu sendok beras hitam memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dibandingkan dengan satu sendok blueberi, bahkan dengan kandungan gula yang lebih sedikit.
-Vitamin E
Kulit luar beras hitam juga kaya kandungan vitamin E yang dapat meningkatkan sistem imunitas sekaligus menangkal radikal bebas. Berdasarkan beberapa studi, diketahui kandungan vitamin E yang ada dalam beras hitam dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL dan mencegah sakit jantung.
-Vitamin B
Beberapa jenis vitamin B banyak terkandung di dalam beras hitam, antara lain vitamin B1 (tiamina), B2 (riboflavin), dan B9 yang juga dikenal sebagai asam folat.
-Mineral
Mineral yang dibutuhkan tubuh seperti zat besi, zinc, kalsium, mangan dan fosfor juga banyak terdapat dalam beras hitam.
Inilah Pernyataan Mengenai Beras Hitam Kaya Akan Manfaat
⎷Mengandung sejumlah besar antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang diketahui membantu tubuh membuang limbah dalam tubuh secara teratur. Zat ini juga terdapat dalam kopi dan teh, tetapi beras hitam mengandung lebih banyak.
⎷Mencegah serangan jantung. Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa beras hitam mengandung sejumlah besar antosianin, kandungan yang mampu menurunkan risiko serangan jantung. Antosianin bekerja dengan mencegah penumpukan plak di arteri—kondisi yang seringkali jadi penyebab serangan jantung. Bahkan lebih baik lagi, terungkap bahwa antosianin mampu mengendalikan kadar kolesterol lebih daripada suplemen makanan yang tersedia saat ini.
⎷Kemampuan anti-peradangan. Mengonsumsi beras hitam secara rutin dikaitkan dengan penurunan kadar senyawa inflamasi dan meningkatkan mediator anti-inflamasi. Peningkatan peradangan berkaitan dengan penyakit dan kondisi seperti aterosklerosis, artritis, kanker, penuaan, dan alergi.
⎷Rendah kalori. Kebanyakan orang beralih ke beras merah apabila mereka ingin menurunkan berat bada, padahal sebenarnya manfaat beras hitam untuk diet lebih manjur. Beras hitam gampang bikin kenyang meskipun rendah kalori. Walau begitu, beras merah tetap memberikan cukup karbohidrat untuk kebutuhan harian Anda.
⎷Rendah glukosa. Beras merah juga disebut-sebut sebagai beras untuk penderita diabetes karena rendah gula. Meskipun orang yang didiagnosis diabetes diperingatkan agar tidak banyak makan nasi, namun beras hitam relatif lebih aman bagi mereka karena kecil kemungkinannya menimbulkan lonjakan gula darah.
Tips Mengolah Beras Hitam
- Rendamlah terlebih dahulu beras hitam selama beberapa jam sebelum memasaknya, karena hal tersebut akan dapat mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk memasak beras hitam. Selain itu, dengan merendam beras hitam terlebih dahulu sebelum memasaknya selama beberapa waktu akan dapat memudahkan penyerapan nutrisi yang terdapat di dalam beras hitam tersebut.
- Bilas kembali menggunakan air bersih beras hitam yang telah direndam tersebut. Pada saat proses pengolahan, tambahkan dua gelas air pada setiap cangkir beras. Lakukan perebusan beras hitam selama +/- setengah jam. Akan tetapi jika pada awalnya Anda tidak merendam terlebih dahulu beras hitam yang hendak dimasak, maka diperlukan waktu sekitar +/- satu jam untuk proses perebusannya.
- Setelah jangka waktu tersebut, maka yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah memeriksa tekstur dari beras yang telah direbus tadi, apakah sudah kenyal dan matang ataukah belum. Jika belum, maka sebaiknya teruskan proses perebusan hingga dihasilkan tekstur beras yang diinginkan.




